Wednesday, April 24, 2019

PEMERINTAH BALI MASIH GENCAR UNTUK MEMBUAT SISTEM PARIWISATA SEHAT

PEMERINTAH BALI MASIH GENCAR UNTUK MEMBUAT SISTEM PARIWISATA SEHAT

PEMERINTAH BALI M ASIH GENCAR UNTUK MEMBUAT SISTEM PARIWISATA SEHAT
Pemerintah Bali sedang mencari untuk lebih mengembangkan pariwisata kesehatan dengan peraturan dan jaringan untuk mendukung industri ini. [Upaya untuk mempromosikan] pariwisata kesehatan sudah berlangsung, tetapi sebagian besar [upaya] tersebar di sekitar, tanpa jaringan yang tepat, kata Kepala Dinas Kesehatan Bali Ketut Suarjaya pada hari Selasa.

Ketut menunjukkan bahwa Bali memiliki sekitar 3.200 pusat kesehatan tradisional, seperti praktik pengobatan herbal dan spa. Namun, hanya 10 persen dari pusat yang dianggap memenuhi standar administrasi.

Ketut mengatakan pemerintah diharapkan untuk lebih menegakkan standarnya untuk mengatur industri melalui peraturan yang diharapkan akan selesai tahun ini.

Selain meningkatkan bisnis kesehatan di pulau itu, Ketut mengatakan pemerintah juga berencana untuk mengubah rumah sakit Bali Mandara menjadi pusat perawatan kanker. Saat ini, Bali memiliki rumah sakit Sanglah, yang berspesialisasi dalam mengobati penyakit terkait jantung dan rumah sakit Sanjiwani, yang berspesialisasi dalam menangani penyakit sistem saraf.

Dengan langkahnya untuk mengembangkan pariwisata kesehatan, Bali ingin mengambil keuntungan dari pariwisata kesehatan global, sebuah industri yang telah tumbuh pada tingkat tahunan hampir 7 persen dari 2015 hingga 2017 lebih dari dua kali lebih cepat dari keseluruhan pariwisata, menurut Global. Institut Kesehatan.

Lembaga memperkirakan bahwa bisnis akan tumbuh dari US $ 639 miliar pada 2017 menjadi $ 919 miliar pada 2022.Bali menyambut hampir 4,6 juta wisatawan antara Januari dan Oktober tahun lalu, menurut Statistik Indonesia