Kapal Tenggelam di Kepulauan Seribu, Diduga Karena Cuaca Buruk
Jakarta - Kepala kantor penyelamat Kepulauan Seribu, Kapten Herbert Marpaung, mengatakan bahwa sebuah kapal tunda yang berlayar dari Pulau Belitung ke Tanjung Priok tenggelam di perairan Kepulauan Seribu pada hari Kamis, 27 Desember.
"Kapal tunda Srimaju 933 sedang menarik sebuah tongkang," kata Herbert, Sabtu, 29 Desember. Berita tentang tenggelamnya kapal itu sebelumnya menyebar melalui akun Instagram @jktinfo.
Berdasarkan laporan yang dinyatakan oleh personel harbourmaster, kapal membawa 10 kru. Semua kru berhasil dievakuasi dan saat ini berada di kantor harbourmaster di Marunda, Jakarta Utara.
Berdasarkan informasi awak kapal, kecelakaan itu tidak terjadi di perairan Kepulauan Seribu, tetapi di Laut Jawa. "Sekitar 60 mil timur laut Kepulauan Seribu," kata Herbert.
Herbert menambahkan bahwa cuaca di perairan Kepulauan Seribu dan sekitarnya memang buruk. Harbourmaster telah mengeluarkan peringatan untuk kapal yang biasanya beroperasi di perairan Kepulauan Seribu. "Cuaca buruk diperkirakan akan terjadi hingga 2 Januari," katanya.
Kepala sub-Direktorat Prakiraan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Agie Wandala Putra mengatakan bahwa gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter kemungkinan akan terjadi. Selain itu, beberapa daerah, termasuk Jakarta, memiliki potensi angin kencang.
Hingga saat ini, bangkai kapal yang tenggelam belum ditemukan. Tiga kantor harbourmaster Tanjung Priok, Kepulauan Seribu, dan Marunda, telah mengeluarkan peringatan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar perairan Kepulauan Seribu untuk mengambil langkah-langkah hati-hati.
