WARGA MUSLIM ACEH TIDAK AKAN MERAYAKAN MALAM TAHUN BARU
![]() |
| WARGA MUSLIM ACEH TIDAK AKAN MERAYAKAN MALAM TAHUN BARU |
Ulama Mursalin Basyah menggemakan pesan dalam sebuah khotbah pada hari Minggu sebelum ribuan Muslim di Masjid Al Faizin di Lampeuneurut, Aceh Besar, Aceh,
Islam dengan tegas melarang orang dari secara individu atau dalam kelompok merayakan Thun Baru [dalam kalender Gregorian]. Kita harus memberi tahu semua generasi Muslim tentang ini, kata Mursalin seperti dikutip Antara.
Sementara itu, daerah lain merekomendasikan agar orang tidak merayakan Tahun Baru di jalanan, untuk menghindari kecelakaan, kemacetan lalu lintas, dan untuk menghormati mereka yang berkabung karena bencana. Mereka mengeluarkan surat edaran yang menasihati orang untuk menelepon Tahun Baru dengan kegiatan keagamaan bersama keluarga.
Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba meminta penduduk untuk melewati hari terakhir 2018 dengan kegiatan keagamaan. Abdul mengatakan, warga tidak boleh menyalakan kembang api, melainkan berdoa untuk daerah lain yang dilanda bencana.
Administrasi kota Ternate di Maluku Utara, sementara itu, mengadakan acara doa semalaman pada hari Minggu untuk berdoa untuk Tahun Baru. Pemerintah kabupaten Sambas di Kalimantan Barat dan kotamadya Makassar di Sulawesi Selatan juga melakukan hal serupa.
Ketua Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) di Sambas, Nugra Iranta Denashurya, mengatakan ia mendukung surat edaran tersebut, terutama karena Indonesia sedang berduka setelah gempa bumi dan tsunami.
Kabupaten Kubu Raya di provinsi yang sama mengeluarkan surat edaran yang sama pada 27 Desember. Juru bicara pemerintah Kubu Raya Elfiana Wardani mendesak warga untuk tidak menyalakan kembang api.
Kami mendesak warga untuk tidak melakukan konvoi jalanan atau parade untuk menghindari kemacetan lalu lintas, mengurangi kecelakaan lalu lintas dan kenakalan remaja, katanya.
Dia mengatakan pemerintah telah memerintahkan semua pemimpin lokal, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam kegiatan tidak produktif. Bupati menyarankan agar umat Islam berdoa di masjid, katanya.
Kabupaten Lampung Selatan, yang dilanda tsunami 22 Desember, membuat panggilan yang sama kepada warga, mengatakan bahwa mereka harus menelepon di Tahun Baru dengan kegiatan keagamaan daripada berpesta.
Bupati yang bertindak, Nanang Ermanto, mengeluarkan surat edaran yang menyatakan bahwa seharusnya tidak ada konvoi jalanan, Antara melaporkan.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan warga dapat merayakan Tahun Baru, tetapi ia meminta mereka untuk melakukannya dengan sederhana karena bencana alam baru-baru ini. Mereka yang ingin merayakan, silakan lakukan dengan sopan, jangan terlalu banyak berpesta karena saudara-saudari kita dalam kesulitan. Mari berempati dengan mereka, kata Ganjar seperti dikutip Antara
