TERUNGKAP RENCANA PEMBUNUHAN AHOK DALAM TELEGRAM
Semuel Abrijani Pangerapan sebagai Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo menyebutkan bahwa sudah sejak lama pihak teroris menggunakan aplikasi Telegram sebagai alat komunikasi mereka, dan kami mengetahui nya pada 2015, salah satu yang terdeteksi itu adalah rencana pembunuhan terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Kini bukti telah di pegang oleh tim densus dan juga BNPT ( Badan Nasional Penanggulangan Terorisme )," kata Samuel, Selasa (18/7).
Samuel beropini bahwa, rencana untuk membunuh Ahok itu akan dibarengi dengan pengeboman mobil dan tempat ibadah yang terjadi pada tgl 23 Desember 2015. Selain itu salah satu terblokir nya Telegram di Indonesia adalah pada saat kasus penikaman terhadap dua petugas Kepolisian di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru,Jakarta Selatan, Jumat (30/6).
Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan bahwa aplikasi ini merupakan sarang dari kelompok radikalisme dan teroris di seluruh dunia, ia juga menjelaskan itu terbukti dari kasus-kasus pengeboman terakhir yakni di jl Thamrin, Kampung Melayu, hingga jaringan terror di Bandung.
