Thursday, January 9, 2020

TEKNISI MESIN ATM TERLILIT UTANG RP.104 JUTA, NEKAT BOBOL BANK RP.707.9 JUTA DI SEMARANG

TEKNISI MESIN ATM TERLILIT UTANG RP.104 JUTA, NEKAT BOBOL BANK RP.707.9 JUTA DI SEMARANG

TEKNISI MESIN ATM TERLILIT UTANG RP.104 JUTA, NEKAT BOBOL BANK RP.707.9 JUTA DI SEMARANG
MARINA118

LIVE CASINO - Seorang teknisi mesin ATM yang terlilit utang sebanayk Rp.104 juta ini, nekat membobol bank di Semarang dengan nominal Rp.707.9 juta. Adapun informasi lain yang di ketahui, bahwasannya polisi telah berhasil menangkap npemuda yang membobol meisn Anjungan Tunai Mandiri bank swasta di Semarang, Jawa Tengah.

Pelaku ini di ketahui bernama Airlangga Teguh Prabowo yang berusia 33 tahun, warga Sinar Kencana, Tambalang, Semarang, membutuhkan waktu 30 menit menguras isi ATM senilai Rp,707.9 juta. Wakapolrestabes Semarang AKBP Enrico Silalahi mengatakan, modus pelaku memuluskan aksinya dengan menduplikat kunci mesin ATM pada Desember 2019. Pelaku kemudian mendatangi mesin ATM di Perum Plamongan Indah Pedurungan menggunakan motor setelah mendapat kunci duplikat.

JUDI ONLINE - "Pelaku ini tergolong cerdik beraksi sendiri, lampu dimatikan seolah-olah mesin ATM dalam perbaikan. Dalam waktu 30 menit uang dikuras," kata Enrico Silalahi saat gelar perkara, Kamis (9/1). Dia menyebut, pelaku merupakan karyawan vendor bank dengan tugas sebagai teknisi ATM. Usai menguras semua isi ATM pelaku langsung kabur.

AGEN SABUNG AYAM - Pelaku ini memakai uang hasil curiannya untuk membeli mobil dalam pelariannya. Dalam perjalanan mengendarai mobil, pelaku berusaha membuang barang bukti tiga kaset di sekitar jalan Tol kabupaten Semarang. Petugas yang mendapatkan laporan adanya pembobolan ATM langsung melaporkan kasus itu ke Polrestabes Semarang. Polisi yang menerima pengaduan, langsung melakukan pencarian pelaku.

Kemudian, Airlangga mengaku aksinya di lakukan karena terlilit utang Rp.104 juta. Uang curian juga di pakai untuk hiburan karoeke hingga puluhan juta. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti sepeda motor, dan dua mobil. "Ini sisa yang disita Rp 379 juta, dari Rp 775 juta (yang dicuri)," tutup Enrico Silalahi.