Indonesia Membutuhkan Kemampuan Pertahanan yang Kuat: Prabowo
Calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto mengatakan pertahanan Indonesia masih lemah karena kendala anggaran meskipun fakta bahwa memiliki pertahanan yang kuat adalah penting bagi negara untuk memungkinkannya melindungi kekayaannya.
Selama putaran keempat debat presiden yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada Sabtu malam, ia menerapkan strategi ofensif dalam memperdebatkan masalah keamanan dan pertahanan sementara Presiden Joko Widodo berulang kali menggemakan keyakinan kuatnya pada kemampuan pertahanan Indonesia di mengamankan kekayaan negara dan integritas teritorial.
Dalam membela argumennya, Prabowo Subianto mengutip kata bijak Yunani yang mengatakan bahwa "yang kuat melakukan apa yang mereka bisa, dan yang lemah menderita apa yang harus mereka lakukan". Karena itu, meningkatkan anggaran pertahanan adalah suatu keharusan, dan kasus-kasus korupsi yang telah menjadi rintangan serius untuk waktu yang lama harus diberantas, katanya.
Sementara itu, Joko Widodo menyoroti penempatan pasukan terpadu di luar Jawa sebagai bagian dari kebijakan pemerintah terkait pertahanan. "Saya telah memerintahkan Menteri Pertahanan dan Kepala Militer Indonesia untuk membuat Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Divisi III," katanya.
Menurut presiden yang berkuasa yang sedang mencari pemilihan kembali dalam pemilihan presiden mendatang, yang akan diadakan pada 17 April, penempatan pasukan militer yang terintegrasi dilakukan di daerah pinggiran yang strategis seperti bagian barat Pulau Natuna di Provinsi Kepulauan Riau, Morotai di Provinsi Maluku Utara, dan Biak di Provinsi Papua.
