Friday, April 5, 2019

BANJIR LAGI PEMIMPIN JAKARTA MALAH BERMAIN SALING TUDUH TANPA PENYELESAIAN

BANJIR LAGI PEMIMPIN JAKARTA MALAH BERMAIN SALING TUDUH TANPA PENYELESAIAN

BANJIR LAGI PEMIMPIN JAKARTA MALAH BERMAIN SALING TUDUH TANPA PENYELESAIAN
Beberapa lembaga di bawah pemerintahan Jakarta memainkan permainan menyalahkan atas kurangnya informasi tentang banjir yang diposting di akun media sosial dari Badan Penanggulangan Bencana Jakarta (BPBD). Melaporkan bahwa terakhir kali akun Twitter @BPBDJakarta memposting tentang insiden banjir di ibukota adalah pada 16 Februari.

Akun tersebut masih aktif dan telah diposting tentang kejadian lain seperti kebakaran dan pohon tumbang, tetapi belum baru-baru ini memberikan berita terkini tentang banjir, termasuk banjir besar di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada hari Minggu dan Selasa.

Hujan deras dan tanggul yang tertusuk telah menggenangi lingkungan Kampung Air di Jati Padang, menggenangi sekitar 100 rumah. Pegangan Twitter juga gagal memberikan informasi tentang banjir setelah hujan lebat menghantam kota itu pada Selasa.

Ketika ditanya tentang kurangnya informasi dari pemerintah kota, Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan kepada wartawan, Anda harus bertanya kepada BPBD.

Kepala BPBD Jakarta, Subejo, mengatakan segala informasi tentang banjir akan disampaikan kepada publik melalui Badan Komunikasi, Informasi, dan Statistik Jakarta.

Kami telah meneruskan data dan informasi [tentang banjir] ke Badan Komunikasi, Informatika dan Statistik Jakarta untuk disampaikan dalam satu akun, kata Subejo pada hari Kamis.

Namun, Kepala Badan Komunikasi, Informasi dan Statistik Jakarta Atika Nur Rahmania menepis klaim tersebut, mengatakan bahwa agen tersebut hanya mengumpulkan data dari BPBD dan unit kerja lainnya di pemerintah kota. Mereka seharusnya memberi tahu publik sendiri, kata Atika.

Dia menjelaskan bahwa data yang diberikan agensinya kepada publik adalah data konsolidasi, yang berarti tidak hanya memberikan informasi tentang lokasi tetapi juga manajemen, karena agensi menerima informasi dari berbagai agensi.