Tuesday, December 11, 2018

PULUHAN WARGA KULON PROGO DIBAWA KE RS KARENA DI SERANG RATUSAN TAWON

PULUHAN WARGA KULON PROGO DIBAWA KE RS KARENA DI SERANG RATUSAN TAWON

PULUHAN WARGA KULON PROGO DIBAWA KE RS KARENA DI SERANG RATUSAN TAWON
MARINA118

LIVE CASINO - Puluhan warga yang bertempat tinggal di daerah Kulon Progo ini di bawa kerumah sakit terkait kejadian yang telah menimpa mereka yakni telah di serang oleh ratusan tawon Gung. Adapun informasi lain yang di ketahui bawah lebah madu raksasa atau dikenal pula dengan nama tawon gung menyerang warga dan petugas PLN di Padukuhan Ngroto, Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Selasa (11/12). Akibat serangan tawon gung ini 10 orang warga mengalami luka dan dilarikan ke RS Santo Yusuf, Kalibawang.

JUDI ONLINE - Terkait kejadian ini yang mengakibat puluhan warga tersebut harus di bawa ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan yang lebih baik. Relawan dari Relawan dari Jaringan Progo Menoreh (JPM), Badrun menceritakan peristiwa bermula saat dua petugas dari PLN tengah memperbaiki jaringan listrik yang rusak akibat tertimpa pohon rubuh. Kemudian tiba-tiba datang rombongan tawon gung yang langsung menyerang kedua petugas PLN tersebut.

Badrun juga mengatakan, bahwa pada saat itu dia sedang berusaha menolong petugas PLN dari serangan tawon Gung. Tetapi saya malah ikut di kejar rombongan tawon itu. Selain beliau, adapun warga lain yang menolong petugas PLN yang juga ikut diserang oleh ratusan tawon tersebut.

AGEN SABUNG AYAM - Setelah kejadian ini, sementara itupun pihak dari Kepala BPBD Kabupaten Kulonprogo, Ariadi membenarkan serangan ratusan tawon gung terhadap warga Padukuhan Ngroto. Ariadi menyebut jika saat ini ada seorang warga yang masih dirawat di RS.

Ariadi juga ada menamahkan informasi terkait kejadian ini, bahwa jika tawon gung termasuk jenis hewan yang dilingungi, Sehingga untuk penangannya, pihak dari pemerintahan desa telah berkoordinasi dengan BKSDA.


Insident yang terjadi ini bahwa Ariadi menjelaskan "Tawon gung itu binatang dilindungi. Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan BKSDA karena memang BKSDA yang berwenang melakukan pengamanan pada binatang dilindungi,"