KRONOLOGIS PEMBUNUHAN SEKELUARGA YANG TERJADI DI PERANCIS
![]() |
| MARINA118 |
LIVE CASINO - Pembunuhan yang sempat di kabarkan sebelumnya pada kasus penusukan terhadap seorang ibu dan anak ini di picu adanya masalah keluar. Pihak dari Kepolisian Perancis mendapat sedikit titik terang dalam kasus penusukan yang telah menewaskan seorang ibu dan anak perempuannya yang terjadi di kota Trappes.
Pihak dari kepolisian saat ini mengklaim, atas kejadian kasus ini mengindentifikasi sang pelaku serta dugaan latar belakang motif penusukan setelah mendaptkan informasi dari kelurga dan tetangga dekat korban serta pelakunya.
JUDI ONLINE - Adapun informasi dan keterangan yang di dapatkan dari beberapa tetangga dari korban ini, bahwa sang pelaku melakukan penusukan ini bernama Kamel S dan masih berhubungan keluarga dengan kedua korban yang telah tewas ini. Korban perempuan ini yang berusia 71 tahun di ketahui ibu pelaku dan korban perempuan berusia 49 tahun adalah saudara dari seorang pelaku. Semetara seorang korban luka parah, yakni pria 66 tahun merupakan pejalan kaki yang kebetulan berpapasan dengan pelaku
Sang pelaku ini yang berusia 36 tahun telah tewas karena di tembak oleh pihak kepolisian dan di duga mengalami masalah psikologis serta masuk dalam daftar pengawasan polisi sebagai orang yang di curigai redikal. Adapun sumber dari ebkas tempat pelaku bekerja, Kamel di pecat dari pekerjannya sebagai supir bus pada tahun 2016 karena melanggar peraturan netralitas. Kemudian masuk dalam daftar pemantauan karena di curigai sebagai ekstremis Islam dan sempat terlibat kasus dugaan dukungan terorisme yang telah di tangguhkan pada tahun 2016.
AGEN SABUNG AYAM - Kamel juga di duga terlibat dalam beberapa kasus kriminal, namun hanya satu yang terbukti bersalah, yakni pada tahun 2003 karena desersi dari militer. Pihak dari tim penyidik kini tengah memeriksa ponsel dan komputer pelaku dengan harapan dapat menunjukan bukti atau informasi dari kasus ini. Menteri dalam negeri Perancis, Gerard Collomb menyebutkan Kamel sebagai seseorang dengan ketidakstabilan mental dan jauh dari berkomitmen untuk menjalankan perintah organisasi teroris.
