6 ORANG TEWAS DI BAKAR HIDUP-HIDUP, KARENA UTANG NARKOBA RP.10 JUTA
![]() |
| MARINA118 |
Adapun tetang kasus peristitwa ini telah di ketahui, bahwa yang memberikan intruksi untuk membunuh korban dengan cara di bakar secara hidup hidup ini sebanyak 3 unit rumah di Jl Tinumbu yang telah menewaskan 6 orang, telah tertangkap oleh pihak kepolisian dan telah berhasil di amankan di Lapas Kelas 1 Makassar terkait kasus pembunuhan. Terpidana ini diketahui bernama Akbar Ampuh (32) yang di tahan di dalam penjara memerintahkan anak buahnya yang berada di luar untuk menagih utang korban tersebut yaitu utang narkoba dan melakukan pembakaran.
JUDI ONLINE - Ketua pelaku ini yang bernama Akbar telah memerintahkan anak buahnya Andi Liham Agsari dan Rahman alias Appang yang masih buron untuk menagih utang hasil penjualan narkoba sebesar Rp.10 juta terhadap salah satu korban dari 6 korban jiwa yang telah tewas di bakar secara hidup hidup yang di ketahui bernama Muhammas Fahri alias Desta. Tindakan pelaku ini sampai berani melakukan tindakan kriminal seperti ini di karenakan sang korban tidak mau membayar utangnya yang sebesar Rp.10 juta sehingga bersembunyi ke rumah kakeknya yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Namun keberadaan Fahri diketahui, orang suruhan Akbar pun melakukan pembakaran rumah.
AGEN SABUNG AYAM - Pada waktu rumah tersebut di bakar oleh pelaku dari suruhan Akbar, di dalam rumah tersebut ada 6 orang jiwa yang masih sehat yang di ketahui 1 keluarga yang sedang tidur pulas itu, harus mengalami kematian yang mengenaskan dengan cara gosong terbakar oleh kobaran api yang sengaja di timbulkan pelaku ini. lima orang pelaku pembakaran ini maing msing di ketahui pelaku bernama Akbar Ampuh (32), Andi Ilham Agsari (23), Wandi (23), Hidir Muttalib (25) dan Riswan Idris (23) sudah di tangkap dan di tahan di sel Markas Polrestabes Makassar. Insident ini mebakar hangus semua rumahnya tersebut yang berada di Jl Tinumbu, pad hari senin (6/8/2018) kemarin. yang terjadi sekitar pukul 03.45 Wita. Dari kejadian itu, enam warga masih satu keluarga ini tewas terpanggang. Mereka terdiri dari kakek, nenek sepupu an cucu, yang di ketahui bernama Sanusi (70), Hj Bondeng (60), Hj Mudalifa (40), Namira Ramadina (21), Muhammad Fahri (25) dan Ijas (5).
