KEPOLISIAN MASIH MEMBURU PELANGGAN SARACENGRUP
Kepolisian Nasional berjanji untuk melakukan penyelidikan penuh terhadap kasus pidato kebencian yang melibatkan kelompok Saracen.
"Kami akan menyelidiki kasus ini sampai pada intinya," direktur Korps Investigasi Kriminal Polisi (Bareskrim) Comr. Jenderal Ari Dono Sukamto mengatakan di Mabes Polri di Jakarta hari ini, 1 September.
Ari menambahkan, polisi juga akan memburu individu yang menyewa Saracen. "Kami akan mencari tahu siapa yang membayar mereka, berapa, dan untuk apa," katanya.
Ari membenarkan bahwa orang-orang yang menyewa Saracen dapat dikenakan biaya kriminal, karena menginstruksikan seseorang untuk melanggar hukum adalah sebuah kejahatan.
Kepala unit cybercrime Bareskrim Sr. Comr. Irwan Anwar mengungkapkan bahwa Saracen dikenakan biaya Rp15 juta per bulan untuk memelihara sebuah website atau blog. Kelompok ini juga menyediakan layanan bel yang ditangani oleh 15 orang dengan pembayaran masing-masing Rp3 juta.
Selain itu, kelompok tersebut masing-masing berutang Rp5 juta dan Rp7 juta untuk layanan koordinator dan media. Atas kesepakatan dengan pelanggan, kelompok tersebut akan menyiapkan konten untuk diunggah melalui akun milik Saracen.
