Partai Demokrat akan Memutuskan Arah Politik setelah 10 Juli
Partai Demokrat mengumumkan bahwa mereka akan memutuskan masa depan dan posisinya dalam pemerintahan Joko “Jokowi” Widodo setelah peringatan 40 hari meninggalnya Ani Yudhoyono.
"Sekitar 10 Juli kami akan mengumumkan ke arah mana partai akan mengambil dan juga koalisi," kata sekretaris jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan di Jakarta kemarin.
Pertemuan antara anggota eksekutif Demokrat dan putra ketua partai Agus Harimurti Yudhoyono dan Presiden Jokowi secara luas dianggap sebagai tanda bahwa Partai Demokrat siap untuk melompat kapal ke koalisi pro-pemerintah.
Namun, menerima mereka sebagai anggota baru dari koalisi partai Jokowi mungkin masih terhambat oleh ketua partai politik, baik di Demokrat dengan Susilo "SBY" Bambang Yudhoyono dan PDIP dengan Ketua Megawati Soekarnoputri.
Salah satu dari kedua tokoh itu mungkin tidak menerima Demokrat bergabung dengan koalisi partai pemerintah.
Diketahui secara luas bahwa hubungan SBY dengan Megawati telah kurang sempurna sejak 2004 ketika SBY mengundurkan diri dari posisi sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan untuk bersaing dengan Megawati dalam pemilihan presiden berikutnya.
Namun, sekretaris PDIP, Bambang Wuryanto mengatakan bahwa Megawati tidak menaruh dendam terhadap SBY.
