CEO MRT Jakarta: Transport Connectivity akan Mengurangi Polusi
Peningkatan konektivitas stasiun MRT Jakarta dengan transportasi lain dan fasilitas pejalan kaki dianggap membantu mengurangi polusi udara kota.
CEO PT MRT William Sabandar menyatakan harapannya bahwa implementasi development-oriented development (TOD) akan mendorong orang untuk beralih dari menggunakan kendaraan pribadi menjadi naik angkutan massal.
“Semakin banyak orang menggunakan transportasi umum, jumlah penggunaan kendaraan pribadi akan turun. Ini akan mengurangi polusi, ”kata William kepada Tempo, Kamis, 11 Juli.
Menurut William, perusahaannya telah menyusun konsep TOD untuk proyek konstruksi MRT fase 2. Proyek ini memprioritaskan kemudahan aksesibilitas bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda.
Oleh karena itu, masyarakat akan tertarik untuk mencapai stasiun MRT menggunakan kendaraan tanpa emisi. “Orang-orang akan secara otomatis menggunakan [sepeda atau berjalan] untuk mengakses stasiun yang akan berkontribusi pada pengurangan emisi dan kemacetan,” tambahnya.
PT MRT Jakarta dan Lembaga Kebijakan Transportasi & Pengembangan (ITDP) Indonesia sebelumnya telah menandatangani MoU mengenai studi tentang integrasi antar moda dan optimalisasi konektivitas pejalan kaki dan pengendara sepeda di sepanjang koridor MRT.
Kirim
