SBY masih Berjuang Kesedihan atas Kepergian Ani Yudhoyono
Presiden Indonesia keenam Susilo "SBY" Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa ia masih berduka atas meninggalnya mendiang istrinya Ani Yudhoyono dalam pertemuan hari ini dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Ditanya tentang kunjungan teman dekatnya itu, Yudhoyono tidak ingin berkomentar. "[Tidak ada] apa pun [saya harus mengirim], saya masih berduka," katanya dengan suara pelan kepada wartawan yang hadir di pertemuan itu.
Kepergian Ani Yudhoyono - setelah pertempuran panjang dengan kanker darah - awal bulan ini telah meninggalkan SBY dalam kesedihan yang mendalam. Ketua Partai Demokrat tampak menangis di rumah sakit tempat Ani dirawat dan hari pemakamannya di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.
Terlepas dari kesulitan mental yang masih ia derita, mantan presiden itu menghargai kunjungan temannya, yang melayani sebagai wakil presiden sepanjang pemerintahan 2004-2009.
SBY juga menyebutkan bahwa istri Ani dan Jusuf Kalla, Mufidah Jusuf Kalla, selalu terlibat dalam kegiatan mereka yang telah membantu mengangkat bangsa.
"Kedua istri kami berpartisipasi dalam banyak kegiatan seperti kerajinan tangan dan banyak kegiatan sosial lainnya," kata Yudhoyono yang juga mengingat masa jabatannya dengan Jusuf Kalla sebagai kenangan indah.
“Kami memiliki kenangan indah bersama. Kami berdua bersama-sama berjuang untuk Indonesia, ”katanya.
