Garuda Indonesia to Operate Unmanned Cargo in 2020
Perusahaan penerbangan milik pemerintah Garuda Indonesia akan secara komersial mengoperasikan pesawat kargo tanpa awak atau unmanned aerial vehicle (UAV) pada tahun 2020. Direktur pengembangan kargo dan bisnis perusahaan Mohammad Iqbal mengatakan pesawat tanpa awak itu akan berfokus pada mendukung potensi pasar dan transportasi ekspor ikan dari wilayah timur. bagian dari Indonesia seperti Maluku, Sulawesi, dan Papua.
"Kami fokus pada Indonesia Timur untuk mengekspor ikan. Ikan-ikan itu akan diangkut dari Dobo, Somlaki, ke Ambon," katanya kepada Tempo di kantornya di kompleks Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat, 21 Juni.
Garuda menargetkan mempercepat perjalanan pengiriman barang melalui pengadaan pesawat kargo. Iqbal memandang bahwa ia dapat mengirimkan komoditas ke luar Pulau Jawa dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu kurang dari 24 jam.
Pesawat, yang akan diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI), akan diuji pada kuartal keempat tahun ini; antara September hingga Desember, dan operasi ini direncanakan akan dimulai pada awal 2020.
Iqbal mengatakan perusahaan menargetkan memiliki 100 unit UAV hingga 2024. Garuda Indonesia bekerja sama dengan Beihang UAS technology Co. Ltd. dengan skema leasing. Kargo tanpa awak akan memiliki berbagai kapasitas; dari 2,2 ton menjadi 5 ton.
Dia optimis bahwa pesawat kargo dapat mencapai daerah atau perbatasan karena desainnya yang kecil dan fleksibel.
Saat ini, pengoperasian UAV sedang menunggu regulasi dari Kementerian Perhubungan. Iqbal menambahkan bahwa perusahaan terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia untuk mengkonfirmasi kelancaran lalu lintas udara.
