Jokowi Tidak Akan Menoleransi Gangguan Keamanan di Indonesia
Presiden Joko "Jokowi" Widodo tidak akan mentolerir siapa pun yang mengganggu keamanan, proses demokrasi dan persatuan Indonesia, katanya pada Rabu, 22 Mei, setelah kerusuhan di Jakarta, setelah hasil pemilihan resmi diumumkan.
"Kami tidak akan memberikan ruang bagi para perusuh yang berusaha merusak negara kami, negara kesatuan Republik Indonesia," kata presiden dalam konferensi pers di Istana Negara hari ini, 22 Mei.
Dia mengatakan bahwa militer dan polisi akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan hukum, menambahkan bahwa situasi saat ini di bawah kendali dan meminta masyarakat untuk tidak khawatir.
"Mari kita semua bersatu kembali karena Indonesia adalah rumah kita," kata Jokowi.
Massa mengadakan rapat umum pada hari Selasa, 21 Mei, memprotes hasil pemilihan presiden bulan lalu di daerah dekat Dewan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat. Sekitar pukul 21.00 setelah shalat tarawih, massa telah bubar tetapi sekitar pukul 23.00, sekelompok orang datang dari jalan Wahid Hasyim dan Sabang dan memecahkan kawat berduri yang dipasang di depan kantor Bawaslu.
Polisi mencoba untuk mengalihkan massa ke daerah Tanah Abang dan menembakkan gas air mata, sementara massa membalas dengan menyalakan petasan. Massa tak dikenal juga membakar mobil-mobil yang diparkir di depan kompleks asrama Bawaslu di Petamburan, Jakarta Pusat.
Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengunjungi sejumlah lokasi pagi ini. Dia mengatakan bahwa enam orang telah tewas dan 200 lainnya luka-luka akibat bentrokan antara massa dan polisi tadi malam dan pagi ini.
