Tuesday, May 14, 2019

DIDUGA PARA TERORIS BERPROFESI MENJADI PEDAGANG BAJU DI TANGKAP POLISI

DIDUGA PARA TERORIS BERPROFESI MENJADI PEDAGANG BAJU DI TANGKAP POLISI

DIDUGA PARA TERORIS BERPROFESI MENJADI PEDAGANG BAJU DI TANGKAP POLISI
MARINA118

LIVE CASINO - Para pedagang baju yang telah di tangkap oleh pihak petugas karena di duga adalah para teroris yang sedang menyamarkan diri mereka sebagai pedagang. Adapun informasi lainnya yang di ketahui terkait kejadian ini, bahwasannya pihak dari Kepala Desa Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Zainal Arifin telah membenarkan ada warga desanya yang telah di tangkap oleh anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror pada hari selasa (14/5) pagi, karena di duga teroris.

Pada saat ini Warga yang mengontrak di rumah Nur Kholik itu, kata dia, bernama Ahmad Hafidz. Ia merupakan warga Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

Kepala Desa mengetahui penangkapan tersebut setelah mendapatkan informasi dari warganya, kemudian dirinya menuju lokasi penangkapan.

LIVE CASINO - "Informasi yang kami peroleh dari warga, terduga teroris tersebut ditangkap Selasa (14/5) sekitar pukul 05.00 WIB. Saya juga sempat bertanya kepada istri terduga teroris terkait suaminya dan dijawab ditangkap," ujarnya. Seperti dilansir Antara.

Kedatangannya ke rumah terduga teroris di Dukuh Kemantren sekitar pukul 09.00 WIB, kemudian disusul Tim Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) dari Polres Grobogan.

AGEN SABUNG AYAM - Ia mengatakan terduga teroris tersebut merupakan pendatang yang menyewa rumah milik Nur Kholik warga Bugel, Kecamatan Godong sejak enam bulan yang lalu. Setelah itu, yang bersangkutan dalam sehari harinya bekerja sebagai penjual baju muslim secara daring hingga perbaikan alat alat elektronik juga di lakukan serja pekerjaan serabutan lainya.

Sesuai informasi lain yang di dapatkan, dari warga sekitar bahwasannya kontrakan yang terduga teroris, Hafidz selama ini di kenal mudah bersosialisasi karena setiap ada warga sakit juga ikut menjenguk serta aktif ikut kegiatan arisan warga serta ikut piknik warga ke Semarang. Untuk menghindari kasus tersebut, pemerintah desa akan berupaya meningkatkan pengawasan terhadap warga pendatang, meskipun sebelunnya sudah ada pengecekkan dari pihak aparat keamanan, baik dari Polres maupun Kodim Grobogan.