Saturday, April 27, 2019

RETAS DATA PENTING KPU BOCAH HACKER DIMINTA BEKERJA BERSAMA POLISI

RETAS DATA PENTING KPU BOCAH HACKER DIMINTA BEKERJA BERSAMA POLISI

RETAS DATA PENTING KPU BOCAH HACKER DIMINTA BEKERJA BERSAMA POLISI
MA, yang berhasil meretas situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), telah menerima tawaran untuk bekerja di Kepolisian Nasional, kata ibunya. Ketika dia ditangkap, dia diperlakukan dengan sangat baik.

Bahkan Bapak Ricky Boy Sialagan dari Direktorat Kejahatan Dunia Maya [CID] mengatakan anak saya adalah aset yang harus dilindungi dan mungkin mendapatkan pekerjaan dengan Polisi Nasional atau KPU, kata ibu MA, Mira Melinda, di Payakumbuh, Sumatra Barat, Kamis seperti dikutip Antara.

Kapolres Payakumbuh Ajun. Sr. Comr. Endrastyawan Setyowibowo mengatakan pada hari Rabu, seperti dikutip oleh kompas.com, bahwa MA hanya memiliki sertifikat sekolah menengah pertama, menambahkan bahwa ia ditangkap pada hari Senin. Namun, ibu MA mengatakan putranya dibebaskan dan tinggal bersama pamannya di Jakarta.

Ponselnya disita, tetapi dia diberi yang baru oleh polisi di Jakarta sehingga dia dapat berkomunikasi dengan kami, katanya, Kamis. Mira menambahkan bahwa putranya telah tertarik pada IT sejak ia masih di sekolah dasar, mengatakan bahwa ia adalah pakar IT otodidak.

Dia bermain dengan laptopnya sepanjang hari dan telah menerima banyak sertifikat [atas prestasinya di bidang TI], katanya. Di antara sertifikat yang diterima MA adalah Tantangan Injeksi SQL dari Kementerian Komunikasi dan Informasi, Pengungkapan yang Bertanggung Jawab dari McAfee dan Kerentanan Laporan Bug dari Tokopedia.

Sementara itu, pamannya, Ramadhan Putra, mengatakan Ma telah meretas situs web KPU pada 18 April, sehari setelah hari pemungutan suara, sebagai peringatan, menambahkan bahwa keponakannya mengatakan kepadanya bahwa ia hanya ingin "mengingatkan" KPU bahwa situs webnya adalah tidak terlindungi dengan baik.