Sunday, April 28, 2019

PILAR JEMBATAN MAHAKAM DI SAMARINDA DIHANTAM TONGKANG

PILAR JEMBATAN MAHAKAM DI SAMARINDA DIHANTAM TONGKANG

PILAR JEMBATAN MAHAKAM DI SAMARINDA DIHANTAM TONGKANG
MARINA118

LIVE CASINO - Sebuah Fender jembatan Mahaka yang menghubungkan Samarinda Kota dan Samarinda Seberang, telah kembali ditabrak oleh tongkang yang tengah berlayar di Sungai Mahakam, Peristiwa yang terjadi kesekian kalinya itu semakin mebahayakan kondisi jembatan yang di bangun pada tahun 1986 tersebut.

Adapun informasi lain yang di ketahui, bahwasannya peristiwa yang telah terjadi ini, sekira pukul 06.00 WITA. Tabrakan di sisi kiri tongkang dan mengakibatkan suara gesekan yang begitu nyaring itu, dan di rekan dan di unggah warganet ke media sosial. Pada saat kejadian tersebut, kendaraan ramai lalau lalang melintas di jembatan. Seketika jembatan terasa goyang dan bergetar dan pengguna jalan ini sempat juga khawatir.

LIVE CASINO - Infortmasi lain juga di ketahui, bahwasannya kebetulan ada salah seorang karyawan tambang batu bara di Samrinda, sedang lewat di atas yang akan menuju ke tempat kerjaan, pas di tengah tengah, beliau kira suara apaan, tapi jembatan terasa goyang, ternyata di tabrak oleh tongkang. Ujarnya.

Kepolisian bersama Syahbandar, bergegas ke lokasi. Diketahui, fender di pilar jembatan ditabrak oleh tongkang Indo Sukses 25 dan ditarik tugboat Capricorn 126. Tongkang berhenti berlayar. Nakhoda dan ABK tugboat dimintai keterangan.

AGEN SABUNG AYAM - "Iya benar, kejadiannya sekitar jam 6 pagi tadi. Tongkang muatan kayu dan tugboat, sedang melintas di kolong jembatan, dari hulu sungai ke ilir," kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samarinda AKP Aldi Alfa Faroqi, dikonfirmasi merdeka.com

Aldi menerangkan, dari keterangan 2 saksi yang diperiksa, saat kejadian arus sungai Mahakam cukup deras akibat banjir di hulu sungai. "Jadi, pas melintas di kolong jembatan, tongkang larut ke arah kiri sehingga menabrak fender tiang jembatan," ujarnya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda Dwi Cahyo mengatakan, tongkang itu bermuatan kayu sengon. "Kita panggil nakhoda, kita mintai keterangan bersama pemilok barang. Sementara kita amankan, sampai ketinggian muatan dikurangi," ungkap Aldi.

Setelah itu, peristiwa yang telah terjadi bukan hanya baru kali ini saja, namun sudah kesekian kalinya. Jembatan sepanjang 400 meter itu menjadi alur vital menghubungkan kedua wilayah Samarinda Kota dan Samarinda Seberang. Dikhawatirkan dengan kejadian itu, semakin menambah kerawanan jembatan untuk di lintasi pengguna jalan.