Sunday, September 23, 2018

Demokrat Protes Pelanggaran Kesepakatan Kampanye Pemilu Damai

Tags

Demokrat Protes Pelanggaran Kesepakatan Kampanye Pemilu Damai

https://marina118info.blogspot.com/2018/09/demokrat-protes-pelanggaran-kesepakatan.html


Partai Demokrat telah mengajukan protes keras dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas pelanggaran perjanjian yang dilakukan selama kampanye pemilihan umum damai di Jakarta pada hari Minggu.

Partai Demokrat mengajukan protes terhadap pelanggaran komitmen bahwa tidak ada atribut partai politik yang harus digunakan selama acara deklarasi kampanye pemilihan umum damai.

Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono mengajukan protes keras kepada KPU terhadap pelanggaran yang dilakukan selama deklarasi kampanye pemilihan umum damai.

"Yudhoyono datang ke acara itu tetapi setelah ia bergabung dengan konvoi selama lima menit ia keluar karena banyak pelanggaran dilakukan," kata Sekjen Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan, wilayah Monumen Monas, Minggu.

Dia mengatakan disepakati sebelumnya bahwa selama acara deklarasi kampanye damai peserta hanya pakaian tradisional dan tidak boleh ada atribut partai politik yang digunakan untuk menghindari kesan melakukan kegiatan kampanye.

Namun dalam kenyataannya, katanya, selama acara ada banyak atribut partai politik tetapi KPU tidak melarang mereka.

Hinca menjelaskan bahwa sejak awal disepakati untuk hanya menggunakan pakaian tradisional sehingga partainya tidak membawa atribut partai politik kecuali yang disediakan oleh KPU dan pihak yang memegang komitmen.

Namun menurutnya, acara diisi dengan atribut partai politik yang melanggar kesepakatan awal dan tidak disediakan oleh KPU.

"Menurut kami, KPU tidak ketat dan kami mengajukan protes soal itu dengan KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Namun kami tetap berkomitmen untuk membuat pilkada damai," katanya.

Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Indonesia serta pemimpin partai koalisi mereka menghadiri deklarasi kampanye pemilihan damai pada hari Minggu dengan mengenakan pakaian tradisional.

Diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerah Monumen Nasional, yang telah menjadi ikon ibu kota negara Jakarta selama beberapa dekade deklarasi mengirim pesan pentingnya melestarikan kesatuan bangsa dalam keragaman.

Presiden Joko Widodo dan cawapresnya, ulama Muslim Ma`ruf Amin mengenakan pakaian tradisional orang Bali dan Betawi masing-masing sementara pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menempatkan pakaian dari berbagai kelompok etnis yang berbeda.

Prabowo mengenakan pakaian tradisional Jawa, dikombinasikan dengan Batik coklat dan "Blangkon" (topi tradisional Jawa) sementara pasangannya, Sandiaga Uno, mengenakan pakaian Melayu coklat, yang dikenal sebagai "Teluk Belanga"