Thursday, July 19, 2018

PIHAK SEKOLAH BERJANJI UNTUK SISWI LUMPUH AKIBAT HUKUMAN SQUAT JUMP OLEH PANITIA EKSKUL

PIHAK SEKOLAH BERJANJI UNTUK SISWI LUMPUH AKIBAT HUKUMAN SQUAT JUMP OLEH PANITIA EKSKUL

PIHAK SEKOLAH BERJANJI UNTUK SISWI LUMPUH AKIBAT HUKUMAN SQUAT JUMP OLEH PANITIA EKSKUL
MARINA118

LIVE CASINO - Siswi yang saat ini masih menduduki kelas XI di sekolah SMAN 1 Gondang, Mojokerto yang bernama Mas Hanum Dwi Aprilia, harus mengalami lumpuh di bagian kakinya di karenakan hukuman Squat Jump yang di beri oleh Panitia panitia dari Ekstra kulikuler (Ekskul) di sekolah SMAN 1 tersebut, Siswi tersebut di hukum dengan Hukuman Squat Jump sebanyak 90 kali, sampai mengakibatkan kaki siswi tersebut mengalami kelumpuhan. Dan pihak sekolah dari SMAN 1 ini telah berjanji akan membantu semua biaya pengobatan siswi yang lumpuh ini sampai sembuh.

JUDI ONLINE - Perjanjian itu di ucapkan oleh dari pihak skolah SMAN 1 yaitu Nuru Wakhidah, selaku Kepala Sekolah di sekolah SMAN 1 Gondang. Menurut Kepala Sekolah sendiri itu, bahwa kegiatan pelatihan untuk promosi Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) ke siswa baru pada (13/7) pagi, di gelar tanpa ada izin dari sekolah. sehingga tidak ada seorang guru pun yang melakukan pengawasan terhadap kegiatan yang mereka lakukan. Kegiatan tersebut, di lakukan di dalam lingkungan sekolah. Sehingga pihak sekolah asih mempunyai tanggung jawab terhadap insiden yang menimpa siswi kelas XI itu.
"Pagi tadi kami besuk Hanum, kami ikut prihatin, kami sampaikan kepada orang tuanya kami akan membantu perawatan Hanum sampai sembuh. Insyaallah demikian (akan menanggung penuh semua biaya pengobatannya),"ujar Nurul kepada wartawan di kantornya.

AGEN SABUNG AYAM - Dan pada saat membesuk Hanum, Nurul mengaku baru menyerahkan bantuan Rp. 1 juta kepada Hanum untuk biaya pengobatannya, uang tersebut di serahkan kepada orang tua Hanum di tempat pengobatan saraf alternatif Sangkai Putung, Desa Pandanarum, Pacet, Mojokerto. Di tempat itu korban hingga kini menjalani pengobatan.
"Tadi saya sampaikan ke salah satu guru supaya di sampaikan ke orang tuanya, sebaiknya di bawa ke medis, tidak hanya alternatif saja, bisa di padukan antara alternatif dan medis supaya Hanum cepat sembuh" Ucapnya.
Selain membantu biaya pengobatan Hanum, KATA Nurul, pihaknya juga akan membina para siswa agar insiden serupa tak terulang. Dia mengaku penerapan hukuman fisik selama ini sudah di larang di sekolahnya. dan pihak sekolah mengatakan bahwa mereka akan briefingkan lagi terhadap anak anak menjadi panitia dari kegiatan tersebut agar jangan sampai terulang lagi, dan pembina OSIS bersama Wakasek Kesiswaan dan juga Pembinaan UKKI untuk membina anak anak dengan baik. Pelajar yang juga nyantri di PP Al Ghoits, Desa/Kecamatan Gondang ini baru benar benar lumopuh. Pengasuh pondok pin membawanya ke pengobatan saraf alternatif ddan di perkirakan bahwasannya saraf di bagian tulang belakang tersebut terjepit.