Saturday, April 1, 2017

ANTI AHOK PROTES MELIHAT MEMUDARNYA ANTUSIASME

ANTI AHOK PROTES MELIHAT MEMUDARNYA ANTUSIASME

ANTI AHOK PROTES MELIHAT MEMUDARNYA ANTUSIASME

Jumat berkumpul masa di ibukota,yang diadakan untuk menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama "Ahok" agar dicopot dari jabatannya,gagal mengulang skala perkumpulan tahun lalu melawan Ahok,ini merupakan protes negara terbesar yang pernah dilihat.

Kerumunan jauh lebih kecil mengisyaratkan memudarnya antusiasme dari konservatif Muslim dalam usaha untuk mereka dalam menggeser Ahok,dengan dua organisasi Islam terbesar di negara itu,Nahdiatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah,ditambah dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam perkumpulan aksi unjuk rasa itu.

Salah satu pengunjuk rasa yang diketahui berumur 50 tahun bernama Helmy dari Depok,Jawa Barat,mengatakan bahwa ia sangat kecewa dengan jumlah kehadiran yang rendah,ia sebelumnya berpikir bahwa mungkin ada banyak pengunjuk rasa yang akan hadir dalam aksi unjuk rasa tersebut.

"Ini sangat mengecewakan jika melihat ini,tapi pesan tersebut masih jelas.Kami ingin Ahok ditangkap secepatnya"katanya.

Bahkan mereka yang bergabung dengan perkumpulan,diprakarsai oleh Forum Umat Islam (FUI),tampaknya kurang antusias,dengan beberapa dari mereka kembali ke rumah sebelum unjuk rasa dimulai setelah salat Jumat di Masjid Istiqlal Agung di Jakarta Pusat.

Ahmadio Putra,siswa SMA 16 tahun mengatakan ia memutuskan untuk pulang lebih awal,tepat setelah sholat Jumat,karena kegiatan unjuk rasa terlalu melelahkan."Aku lelah,"katanya. Para anggota kerumunan juga mengubah permintaan mereka dari penangkapan langsung menjadi permohonan pembebasan kepada Ahok mengenai penangkapan kepala koordinator Muhammad Al Khaththath dari tahanan Polda Metro Jaya dan juga empat orang lainnya yang ditangkap pada hari Kamis malam untuk dugaan pengkhianatan dan konspirasi.

Usamah Hisyam dari Ikhwanul Muslimin Indonesia (Permusi) mengatakan kepada massa bahwa Al Khaththath ditangkap pada Kamis ketika mereka sedang menyiapkn bahan bahan untuk melakukan aksi unjuk rasa hari Jumat.

"Sekarang saya mengumumkan bahwa kami baru saja memperbaiki permintaan kami.Kami ingin polisi untuk segera membebaskan Ustad Al Khaththath dari penjara,"katanya.

Juru bicara Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan bahwa Al Khaththath dan empat lainnya ditangkap karena mengadakan beberapa pertemuan untuk membahas menggulingkan pemerintah,yang tidak ada hubungannya dengan protes.

Dia mengatakan mereka diinterogasi di pusat penahanan Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Kelapa Dua, Depok.Lima orang akan dijerat dengan Pasal 107 dan Pasal 110 KUHP, kata Argo.

Sementara itu,juru bicara Kepolisian Nasional Insp.Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan polisi tidak menemukan hubungan antara rencana makar dengan komplotan pengkhianatan yang diduga sebelumnya.

Tidak seperti unjuk rasa anti-Ahok tahun lalu pada 4 November,yang berubah menjadi kekerasan setelah para pengunjuk rasa menolak untuk membubarkan setelah waktu unjuk rasa berakhir,kerumunan unjuk rasa hari Jumat mulai bubar dengan damai dari Wiwaha Monumen Arjuna di Jakarta Pusat pada pukul 3 sore meskipun polisi telah memberikan izin untuk menggelar protes sampai jam 6.

Para pengunjuk rasa juga gagal menemui Jokowi di Istana Negara seperti yang dituntut mereka.Sebaliknya,Koordinator Politik,Hukum dan Keamanan Menteri Wiranto menerima Sembilan dari perwakilan unjuk rasa di kantornya.

Setelah berbicara selama satu jam dengan perwakilan di rapat tertutup,Wiranto mengatakan ia telah diperintahkan oleh Presiden untuk menerima mereka sehingga pemerintah bisa mendengarkan tuntutan mereka.

Pada bulan Februari,Wiranto mengadakan pertemuan ramah dengan penggagas unjuk rasa anti-Ahok tahun lalu,termasuk Front Pembela Islam (FPI) pelindung Rizieq Shibab,mengatakan bahwa mereka teman teman lamanya,terutama Rizieq yang ia kenal sejak sebelum tahun 2000.