SAKSI : AHOK EMPATI TERHADAP UMAT MUSLIM
Saksi Gubernur Basuki Tjahaja Purnama "AHOK" bersaksi bahwa dia selalu menunjukkan kepedulian dan empati terhadap umat muslim di Jakarta,dia menunjukkan bahwa dia tidak bermaksud untuk menghina Quran atau ulama sebagaimana yang dituduh oleh jaksa di persidangan penghujatan nya.
Suyanto,adalah pengemudi terakhir Ahok ketika di Bangka Belitung,Ahok selalu bersikeras untuk berhenti di sebuah masjid ketika tiba waktu nya Suyanto untuk berdoa pada hari Jumat."Pak Basuki akan mengatakan,berdoa lah dahulu,aku akan menunggu di mobil."
Dia menambahkan bahwa di Belitung Timur, kampung halamannya, Ahok juga sering meminjamkan uang kepada tetangga Muslim yang membutuhkan dan bahkan dibiayai beberapa untuk pergi pada umrah (haji kecil) di Mekah, Arab Saudi.
Saksi lain, Fajrun, salah satu tetangga terdakwa di Bangka Belitung, menggema pernyataan, mengatakan Ahok peduli tentang Muslim.
Fajrun menambahkan bahwa ia menyadari banyak orang yang telah mencoba untuk menggagalkan Ahok dalam pemilihan gubernur Bangka Belitung 2007 dengan mengutip Surah Al Maidah 51, ayat Al-Quran yang telah menjadi dasar dari sidang penghujatan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
"Ada banyak pamflet [di Bangka Belitung] mengutip QS Al Maidah 51, yang mendesak masyarakat untuk tidak memilih pemimpin non-Muslim," kata Fajrun.
Kesaksiannya ini sejalan dengan yang dari saksi lain, Juhri, mantan kepala pengawas pemilu di Belitung, yang mengatakan bahwa pada tahun 2007 banyak pamflet mencoba untuk mendiskreditkan Ahok untuk latar belakang agamanya.
