PERAMPOK MEMAKAI SENJATA API , INI PENJELASAN POLISI

Kejahatan dengan senjata api kini kian sering terjadi, apalagi menjelang lebaran kali ini kian marak. Para pelaku bahkan tidak segan-segan langsung menembak korban hingga meninggal dunia dengan senjata api rakitan yang dipakainya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan bahwa pelaku yang bersenjata api ini mereka beli dari pasar gelap dan biasa nya mereka rakit sendiri.
"Pelaku Kejahatan itu rata-rata menggunakan senjata api rakitan yang di beli dari pasar gelap," ujar Argo, Rabu (14/06/2017).
Pasar gelap hanya salah satu nya mereka mendapatkan senjata api tersebut, para pelaku juga bisa mendapatkannya dari hasil penyelundupan. "Kalau tidak dari pasar gelap ya dari hasil penyelundupan dan biasa nya mereka membeli sepaket dengan peluru nya, untuk harga nya mungkin sekitar 5 juta rupiah , tergantung senjata api yang merek apa," lanjut Argo.
Namun ada beberapa tempat yang akan kami selidiki lebih lanjut dan sudah kami ketahui, seperti di Cipacing, Kabupaten Sumedang dan Lampung. Akan tetapi untuk saat sekarang belum ada hak mengenai Razia di tempat tersebut.
"Kalau Cipacing itu memang menjual senapan angin, namun masih ada beberapa oknum yang memesan dan akan dirakitkan oleh pengrajin tersebut, nah dari situ kami akan menangkap okmum tersebut tinggal kita menunggu kapan oknum tersebut datang , dan akan kita tangkap mereka," sambungnya.
Pada tahun ini memang banyak penjahat yang menggunakan senjata api sebagai motif untuk merampok, dan menghantui DKI Jakarta dan sekitarnya. Dua orang sudah jadi korban yakni Davidson Tantono yang tewas tertembak di SPBU Jl Raya Daan Mogot, Cengkareng dan para pelaku mengambil tas yang berisi 300juta rupiah. Setelah itu kejadiaan selanjutnya terjadi kemarin pada pukul 14:00 WIB Chandra Kirana Putri (23) juga tewas tertembak oleh pelaku Curanmor yang ketahuaan mencuri di dalam rumah sang korban, korban melawan dengan sapu , namun pelaku tanpa basa basi langsung menembak korban dan pelaku terekam CCTV kini sedang di cari oleh pihak kepolisian. Namun sayangnya sampai saat ini kedua kelompok tersebut belum tertangkap.